Warkop Qimpul: Nasi Telur Dadar Rp 9 Ribu yang Populer Dekat UI

Kulinerresto.com – Racikan nasi telur dadar di dekat UI ini populer di kalangan anak kos. Dengan Rp 9 ribu, kamu sudah bisa kenyang makan nasi, telur dadar hangat, plus sambal tomat!

Sudah bukan rahasia lagi kalau makanan di sekitar kampus atau area kos-kosan harganya terjangkau. Tak terkecuali di Jalan Cengkeh, Pondok Cina yang dekat dengan kampus Universitas Indonesia (UI), Depok.

Di kawasan ini berjejer kos-kosan yang dihuni banyak mahasiswa. Juga banyak tempat makan murah untuk mengakomodir kebutuhan makan mahasiswa yang rata-rata keuangannya terbatas.

Baca juga : 5 Tempat Ngopi Outdoor di Bandung yang Cocok Buat Nongkrong

Warkop Qimpul jadi pilihan popular


Salah satu yang terkenal adalah Warkop Qimpul atau sering disebut juga Tempat Makan Kimpul. Konsepnya seperti warung kopi, namun area makannya cukup besar.

Menu yang ditawarkan juga bukan hanya mie instan atau camilan. Warkop Qimpul menyajikan makanan mengenyangkan gaya Chinese Food. Harganya mulai dari Rp 9 ribu saja, sudah dengan nasi.

Warkop Qimpul bukanlah ‘pendatang’ baru sebab warung makan ini sudah ada sejak UI berdiri. Kira-kira di antara tahun 1980-1981.

Dirintis keluarga asal Sumedang

Disambangi admin pengelola Warkop Qimpul bercerita ia adalah generasi kedua. “Dari (usaha) bapak sama ibu. Dulu pertama lokasinya di Jalan Margonda Raya, tapi karena pelebaran jalan pindah. Pindah ke sini (Jalan Cengkeh) tahun 1990-an,” tuturnya.

Kini ibu yang tak mau disebutkan namanya ini bekerja sama dengan dua saudaranya. Ia menuturkan, “Tiap 40 hari gantian jaga warung, sekarang lagi giliran saya. Kita bertiga yang meneruskan.”

Nah, saat sedang tidak kebagian tugas jaga warung, mereka kembali ke Sumedang. “Tadinya iseng-iseng buat cari rezeki, kebetulan jalannya jadi penjual makanan (di Depok),” ujarnya

Baca juga : Medan Punya 4 Kedai Kopi Legendaris yang Patut Disambangi

Nasi telur dadar jadi menu popular

Untuk menunya, Warkop Qimpul paling terkenal dengan racikan Telur Qimpul. Berupa telur dadar garing dan gurih yang disajikan bersama sambal tomat. Harga sajian ini plus nasi, mulai dari Rp 9 ribu saja.

Kami pun tertarik membuktikan kelezatannya. Supaya lebih istimewa, kami memilih varian Telur Qimpul Kornet Keju. Harganya Rp 15 ribu per porsi.

Kami juga mengintip proses pembuatan telur dadar. Telur dikocok bersama irisan daun bawang, sosis, otak-otak, dan kornet. Lalu pegawai memasukkan tepung sagu, garam, dan penyedap rasa.

“Kalau yang telur kornet kita tambahkan tepung sagu. Soalnya kalau kornet kan karena ada gajihnya, lemak-lemaknya, mahasiswa kadang nggak suka yang lemak-lemak. Jadi kalau digoreng kan hilang kalau lemak, jadi inisiatifnya pakai sagu biar kenyal,” ujarnya.

Setelah itu telur digoreng dalam minyak banyak sampai permukaannya garing. Kemudian disajikan di atas nasi hangat bersama parutan keju, irisan mentimun, dan sambal tomat. Menu ini tercipta sekitar tahun 2000.

Cita rasa Telur Qimpul

Telur dadar ini mirip seperti telur barendo gaya Minang, hanya teksturnya lebih kempes. Di bagian pinggirnya renyah dan garing, kemudian di tengahnya agak kenyal karena ditambahkan tepung sagu.

Rasa gurihnya pas dan makin terasa enak dengan selingan sosis dan otak-otak. Parutan keju juga membuat rasa telur dadar ini lebih istimewa.

Menurut kami sangat sepadan dengan harga Rp 15 ribu, apalagi nasinya juga pulen dan banyak. Lalu hal lain yang bikin istimewa adalah sambal tomat ala Warkop Qimpul.

Sambal ini diracik dari irisan tomat yang direbus lama hingga hancur. Kemudian disiram minyak dari sisa menggoreng cabai, bawang putih dan bawang merah. Sambal ini terasa asam segar, namun tak terlalu pedas.

Dalam sehari, saat ini Warkop Qimpul bisa menghabiskan 3 kg telur. Menurut ibu pengelola warung, meski sedikit, jumlah ini begitu disyukuri. Pasalnya mahasiswa tidak ada perkuliahan dan banyak dari penghuni kos pulang ke daerah mereka.

Padahal dulu dalam sehari, Warkop Qimpul bisa habiskan 1 peti telur. “Ntar kalau udah sore pesen lagi, buat malam. Karena dulu buka 24 jam,” ujarnya.

Sekarang selama masa pandemi Covid-19, Warkop Qimpul tak bisa buka 24 jam. Warung makan ini buka dari pukul 7 pagi sampai 9 malam.

Menu selain nasi telur dadar

Selain nasi telur dadar, di sini ada banyak menu mengenyangkan lain. Semuanya dibuat gaya Chinese food dengan harga terjangkau.

Kami membuktikan kelezatan Ifumie (Rp 10 ribu) dan Nasi Ayam Rica-rica (Rp 16 ribu) yang jadi favorit. Ifumie dibuat dari mie basah yang biasa dipakai untuk membuat mie ayam.

Mie basah ini digoreng dalam minyak banyak sampai garing. Kemudian disajikan bersama siraman capcai. Sayuran dan toppingnya lumayan lengkap seperti sawi putih, kembang kol, baby corn, sawi hijau, dan bakso.

Kuah capcay-nya kental dan gurih. Berpadu enak dengan tekstur mie yang garing dan sayuran yang masih segar.

Lalu untuk Ayam Rica-rica terdiri dari sekitar 5 potong ayam goreng. Selanjutnya dimasak bersama bumbu rica-rica yang terdiri dari irisan cabai rawit, tomat, dan saus. Teksturnya kental dengan rasa pedas yang lebih menggigit.

Nah, bagi kamu yang tinggal di sekitar Depok, tak ada salahnya sesekali makan enak dan murah di sini. Lokasi warung memang terpencil, namun bisa dijangkau dengan mudah dari seberang apartemen Margonda Residence.

Tepat di sebelah restoran Lele Lela, ada gang sangat kecil, hanya bisa dilalui pejalan kaki. Ikuti saja gang itu dengan berjalan lurus, maka kamu bisa menemukan Warkop Qimpul.

Warkop Qimpul

Jalan Cengkeh No. 17B, Pondok Cina, Depok